RSS

Mendidik Anak Melek Finansial

Tidak ada orang tua yang tidak ingin melihat anaknya meraih sukses dalam kehidupannya kelak. Dan untuk mendidik anak agar bisa melek finansial, menjadikan sesuatu yang sangat penting saat ini agar tidak menyesal di kemudian hari karena ketidak tahuan tentang dunia keuangan. Faktor keteladanan dari orang tua pun menjadi sangat penting dalam mengajarkan anak agar menjadi cerdas dan terampil serta memahami tentang finansial secara baik. 
Sejak usia tiga tahun, anak-anak sudah bisa mulai diperkenalkan dengan uang sebagai alat tukar. Ajarkan kepada mereka konsep jual-beli secara sederhana, misalnya dengan mengajak mereka ke supermarket. Ajarkan pula soal tanggung-jawab dan menahan keinginan, sampai uang mereka cukup untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Memasuki usia sekolah, baru mulai diperkenalkan kepada anak untuk mengelola tentang uang, sekaligus diajarkan pula untuk menyisihkan sebagian dari uang nya untuk di-tabung. Anda bisa memberikan mereka uang saku rutin, yang bisa diberikan secara harian, mingguan atau bulanan (tergantung perkembangan anak) dan jangan lupa pula mengajak dan memperkenalkan anak ke Bank dan juga fungsi dari ATM kepada mereka.
Ketika anak mulai menginjak usia remaja, ajak mereka untuk berpikir dan memahami bahwa uang yang dimilikinya bisa digunakan untuk sesuatu yang memberikan keuntungan. Katakan serta ajarkan bahwa setiap investasi pasti mempunyai risiko dan ajaklah mereka untuk belajar memperhitungkan risiko itu. Dalam hal ini anda juga bisa sekaligus memperkenalkan anak kepada dunia bisnis.
"Kita bisa mengajarkan tentang barter yang menjadi konsep dasar bisnis. Dengan begitu, wawasan mereka bisa lebih terbuka. Terserah mereka sendiri apakah nantinya akan menjadi business-man atau tidak, tetapi paling tidak mereka tahu bisa mempunyai banyak pilihan." demikian kata seorang pakar dari Young Biz Indonesia, sebuah Lembaga Pelatihan Internasional tentang wira-usaha dan keuangan bagi anak usia 9 sampai 18 tahun.
Pada umumnya anak-anak lebih bisa diajak untuk melakukan berbagai bentuk aktivitas kelompok dan permainan yang bersifat pro-aktif dan komunikatif. Sekaligus mereka bisa juga diajak untuk berlatih berbagai life-skills antara lain seperti : communicating, problem-solving, time-management, decision making dan public-speaking.
Sumber : RDI 200806

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SpeedTest Mini